L2P UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
Karya ini merupakan satu set Wayang Golek bertema kesenian Reog Ponorogo yang dikembangkan sebagai media edukatif dan pelestarian budaya lokal. Produk ini merupakan hasil penelitian kreatif dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Ponorogo dalam program Kedaireka tahun 2020. Dengan mengadaptasi tokoh-tokoh utama dalam pertunjukan Reog—seperti Singa Barong, Klono Se…
Puyuhan atau Bebel merupakan artefak tradisional yang sarat makna filosofis dalam budaya lokal Nusantara. Lebih dari sekadar benda fisik, objek ini merepresentasikan simbol angkara murka yang bersemayam dalam diri manusia. Melalui narasi reflektif yang menyertainya, artefak ini mengajak pada pemahaman tentang bahaya nafsu yang tidak terkendali, yang dapat menguasai orientasi hidup dan membawa p…
Keris Kepet Udang merupakan salah satu bentuk bilah keris tradisional yang memiliki nilai estetika dan filosofi tinggi dalam budaya Melayu dan Jawa. Dengan bilah berlok tujuh dan bentuk menyerupai capit udang, keris ini melambangkan kewaspadaan, kerendahan hati, dan kekuatan tersembunyi. Dalam konteks adat, keris ini digunakan sebagai simbol kebesaran dan kepahlawanan, serta menjadi bagian pent…
Monumen Reyog dan Museum Peradaban (MRMP) merupakan inisiatif monumental yang dirancang sebagai pusat pelestarian, edukasi, dan pariwisata budaya di Ponorogo. Dengan tinggi mencapai 126 meter, monumen ini tidak hanya menjadi ikon visual baru, tetapi juga simbol kebangkitan identitas lokal yang berakar pada tradisi Reyog. Kompleks MRMP menggabungkan elemen arsitektur kontemporer dengan lanskap b…
Peran Jathil dalam pertunjukan Reyog Ponorogo awalnya dimainkan oleh laki-laki, khususnya gemblak, sebagai bagian dari struktur sosial dan spiritual Warok. Namun sejak era 1980-an, terjadi pergeseran signifikan: peran Jathil mulai diisi oleh perempuan, seiring dengan perubahan nilai sosial, estetika pertunjukan, dan persepsi publik terhadap gender. Kajian ini menelusuri faktor internal seperti …
Dhadhak Merak merupakan ikon utama dalam pertunjukan Reyog Ponorogo, dikenal melalui bentuk topeng Singa Barong yang megah dan hiasan bulu merak yang mencolok. Seiring waktu, tampilan Dhadhak Merak mengalami transformasi signifikan, dari bentuk sederhana yang dimainkan oleh dua orang hingga versi modern yang lebih ringan dan fleksibel, dimainkan oleh satu penari. Pergeseran ini dipengaruhi oleh…
Pertunjukan Patih Bujang Ganong dan Warok dalam tradisi Reyog Ponorogo merepresentasikan kekuatan naratif dan simbolik yang telah diwariskan lintas generasi. Ganong tampil sebagai sosok jenaka namun tangkas, mencerminkan keberanian dan kecerdikan rakyat biasa, sementara Warok hadir dengan aura kharismatik dan spiritual, melambangkan kekuatan batin serta kesetiaan terhadap nilai luhur. Dalam kon…
Reyog Ponorogo adalah seni pertunjukan yang hidup dalam denyut sejarah dan imajinasi masyarakat Jawa Timur. Dari narasi heroik Prabu Klono Sewandono hingga simbolisme Singa Barong, pertunjukan ini merekam jejak perubahan sosial, spiritual, dan estetika dari masa ke masa. Dokumentasi visual dan partisipasi komunitas menunjukkan bagaimana Reyog terus ditafsir ulang oleh generasi muda. Kajian ini …
Reyog Ponorogo merupakan seni pertunjukan yang merekam perjalanan sejarah, spiritualitas, dan estetika masyarakat Jawa Timur. Dari tokoh Prabu Klono Sewandono hingga simbolisme Singa Barong, pertunjukan ini terus ditafsir ulang oleh generasi muda melalui dokumentasi visual dan partisipasi komunitas. Kajian ini menyoroti transformasi bentuk, fungsi, dan makna Reyog sebagai ruang ekspresi budaya …
Reyog Ponorogo merupakan seni pertunjukan tradisional yang merepresentasikan kekayaan simbolik, spiritual, dan sosial masyarakat Jawa Timur, khususnya Ponorogo. Seiring perjalanan waktu, bentuk dan makna Reyog mengalami transformasi yang dipengaruhi oleh dinamika politik, agama, dan budaya lokal. Dari narasi kerajaan Bantarangin hingga peran Reyog sebagai media dakwah pada masa Batara Katong, p…