L2P UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
Hiasan bulu merak merupakan elemen visual yang dominan dalam seni pertunjukan Reog Ponorogo, khususnya sebagai bagian dari topeng Dadak Merak. Bulu-bulu ini disusun secara dekoratif untuk membentuk tampilan menyerupai kipas raksasa yang melambangkan keanggunan, kekuatan, dan kebesaran. Dalam versi miniatur atau pajangan, hiasan bulu merak digunakan sebagai simbol identitas budaya dan media eduk…
Blangkon Jathil merupakan elemen kostum khas yang dikenakan oleh penari Jathil dalam pertunjukan Reog Ponorogo. Sebagai penutup kepala, blangkon ini tidak hanya berfungsi secara estetis, tetapi juga merepresentasikan karakter prajurit berkuda yang tangkas, rapi, dan disiplin.
Blankon Sliwir ini dikenakan oleh tokoh Warok, melengkapi Baju Penadon dan Celana Kombor yang serba hitam. Secara filosofis, Blankon atau Udeng (ikat kepala) merupakan simbol dari keseimbangan pikiran dan kemampuan mudeng (mengerti atau paham) akan segala sesuatu. Ujung yang menjuntai (sliwir) menambahkan kesan kesatriaan, kebebasan, dan kemudahan dalam bergerak, mencerminkan Warok sebagai prib…
Penadon adalah semacam jubah atau jaket luar longgar berwarna hitam pekat. Warna hitam ini bukan sekadar pilihan estetika, melainkan lambang filosofis yang mendalam: ia mewakili keteguhan hati, kekuatan batin, dan sikap diam yang penuh makna. Hitam Penadon mencerminkan Warok sebagai sosok yang tidak banyak bicara, namun memiliki ilmu dan martabat yang besar. Penampilan Penadon semakin kuat keti…
Klono Sewandono ditampilkan dengan topeng wajah merah yang tampan namun berapi-api, mencerminkan semangatnya yang sedang dimabuk asmara. Seluruh busananya mewah, dipenuhi detail hiasan yang melambangkan statusnya. Aksesoris penting yang menyertai kegagahannya adalah Probo. Probo, yang dikenakan di bagian punggung, berbentuk seperti perisai atau sayap kecil berukir dari kulit atau beludru yang d…
Gombyok pinggang ini dirancang secara fungsional dan estetis. Secara estetika, sulaman di bagian tengahnya sering menampilkan nama tokoh (BUJANG GANONG") atau motif yang gagah
Rompi khas yang dikenakan oleh tokoh Bujang Ganong dalam pertunjukan Reyog Ponorogo, berbeda dari kostum tokoh lain yang cenderung megah dan berat, rompi ini tampil sederhana dengan bentuk menyerupai rompi biasa, berbahan kain ringan dan kuat, seperti katun atau kanvas, yang memungkinkan penari bergerak lincah dan ekspresif. Rompi ini memperkuat kesan dinamis dan jenaka dari karakter Bujang Gan…
Angklung merupakan alat musik tradisional yang terbuat dari bambu dan dimainkan dengan cara digoyangkan, menghasilkan nada yang khas dan bergetar. Dalam konteks pertunjukan Reyog Ponorogo, angklung berfungsi sebagai pelengkap ritmis yang memperkaya tekstur musikal, terutama dalam bagian-bagian yang membutuhkan nuansa ringan dan dinamis. Instrumen ini juga digunakan dalam pendidikan musik, peles…
Gong merupakan instrumen pukul berbentuk bundar dari logam yang berfungsi sebagai penanda ritmis utama dalam pertunjukan Reyog Ponorogo. Bunyi gong menandai transisi antar bagian pertunjukan, memberi tekanan emosional, dan memperkuat struktur musikal. Dalam konteks budaya Jawa, gong juga memiliki makna sakral sebagai simbol keharmonisan dan kekuatan spiritual. Kajian ini menyoroti fungsi musika…
Kendang besar merupakan instrumen perkusi utama dalam ensambel musik Reyog Ponorogo, berfungsi sebagai pengatur tempo, penanda transisi gerak, dan penguat ekspresi emosional dalam pertunjukan. Dibandingkan kendang kecil, kendang besar menghasilkan suara yang dalam dan resonan, menciptakan atmosfer megah dan ritmis yang mendukung karakter tokoh seperti Warok dan Klono Sewandono. Instrumen ini di…