L2P UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
LUKMAN GIFARI (21112436) - Nama Orang;
Skripsi · 2025
## ABSTRAK
**LUKMAN GIFARI. 2025.** *Pemanfaatan Masjid Sebagai Pusat Pendidikan Islam di Ma’had Aly Muhammad Al-Fatih study kasus Masjid Al-Mustakim.* Skripsi. Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Pembimbing: (1) Dr. Nurul Abidin, Lc., M.Ed. (2) Dr. Katni, M.Pd.I.
Masjid dalam Sejarah Islam tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat peradaban dan pendidikan umat. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya menghidupkan kembali fungsi ideal masjid sebagaimana yang di contohkan oleh Rosulullah SAW, di mana masjid dijadikan sebagai pusat pendidikan dan pengetahuan agama di Masjid Al-Mustakim. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran masjid sebagai pusat Pendidikan Islam di Ma’had Aly Muhammad Al-Fatih. Menjelaskan bentuk kegiatan Pendidikan di masjid Ma’had Aly Muhammad Al-Fatih. Dan menjelaskan faktor pendukung dan penghambat proses Pendidikan di Ma’had Aly Muhammad Al-Fatih.
Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Peneliti sebagai instrumen kunci dalam pengambilan data penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian berfokus pada Masjid Al-Mustakim di Ma’had Aly Muhammad Al-Fatih. teknik analisis data melalui reduksi, display, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini adalah Masjid Al-Mustakim di lingkungan Ma’had Aly Muhammad Al-Fatih berperan membentuk dan memperkuat pendidikan agama Islam. Masjid ini tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter dan pengembangan ilmu agama. Bentuk-bentuk pendidikan Islam yang dilakukan di Masjid Al-Mustakim mencerminkan pola pembelajaran yang terstruktur dan variatif. Pada pelaksanaan peran masjid sebagai pusat pendidikan Islam, terdapat faktor-faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukungnya antara lain lokasi yang strategis, fasilitas yang memadai, dan dukungan dari pengurus serta masyarakat sekitar. Sementara itu, kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia dalam pengelolaan kegiatan dan kurangnya dokumentasi program secara administratif.
**Kata kunci:** Peran Masjid, Pendidikan Islam, Ma’had Aly Muhammad Al-Fatih
Tidak tersedia versi lain