Dasar-Dasar Komunikasi Antarbudaya | L2P UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
Beranda Tentang Kami Berita
  • E-Resources
    Indonesiana
    • Batavia Digital
    • Candi di Indonesia
    • Dokumentasi Perfilman Indonesia
    • Dokumentasi Sastra Indonesia
    • Kepustakaan Presiden RI
    • Keraton Nusantara
    • Pernaskahan Nusantara
    • Kepustakaan Tokoh Perfilman
    • Khasanah Pustaka Nusantara
    • Perpuspedia
    Pencarian
    • DOAJ
    • Google Scholar
    • JDIH
    • Bibliografi Nasional Indonesia
    • Katalog Induk Nasional
    • Bursa Efek Indonesia
    Alat
    • Mendeley
    • Zotero
    • Publish or Perish
    • Vos Viewer
    Sumber Belajar
    • Perpustakaan Digital
    • TED
    • Google Experiments
    • Sumber Belajar Kemdikbud
    • Ebook
  • Bantuan
    • Member Area
    • Beranda
    • Tentang Kami
    • Berita
    • Bantuan

    L2P UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO

    Universitas Muhammadiyah Ponorogo


    Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.


    Pencarian Lanjutan
    Pencarian Spesifik

    Dasar-Dasar Komunikasi Antarbudaya

    Dr. Alo Liliweri, M.S. - Nama Orang;

    Buku Inti · 2003

    "Kebudayaan adalah komunikasi dan komunikasi adalah kebudayaan," demikian kata Edward T. Hall.

    Manusia hidup dalam sebuah komunitas yang mempunyai kebijakan tentang sesuatu yang mereka miliki bersama, dan komunikasi merupakan satu-satunya jalan untuk membentuk kebersamaan itu. Komunikasi, seperti dikatakan Robert E. Park, menciptakan atau membuat segala kebimbangan menjadi lebih pasti. Sebuah konsensus dan pengertian bersama di antara individu-individu sebagai anggota kelompok sosial akan mudah menghasilkan tidak saja unit-unit sosial tetapi juga unit-unit kultural dalam masyarakat.

    Terjadinya kesenjangan dalam masyarakat acapkali disebabkan oleh datangnya perubahan dari luar. Struktur sosial baru berdasarkan profesi dan fungsi yang lebih rasional mengakibatkan perubahan relasi. Dalam kaitannya dengan komunikasi antarbudaya, perubahan-perubahan yang datang dari dalam maupun dari luar sangat berpengaruh terhadap perubahan relasi antarbudaya.

    Akibat kontak, interaksi dan hubungan antarwarga masyarakat yang berbeda kebudayaannya, muncullah komunikasi antarbudaya. Jadi sebenarnya tak ada komunitas tanpa kebudayaan, tidak ada masyarakat tanpa pembagian kerja, tanpa proses pengalihan atau transmisi minimum dari informasi. Dengan kata lain, tidak ada komunitas, tidak ada masyarakat, dan tidak ada kebudayaan tanpa adanya komunikasi. Di sinilah pentingnya kita mengetahui komunikasi antarbudaya.

    Penanda Bagikan
    Image of Dasar-Dasar

Komunikasi Antarbudaya

    About this edition
    Edisi: 1
    ISBN/ISSN: 979-3237-66-X
    Page count: xi, 294 hlm. ; ilus 16 x 24 cm.
    Published: 2003
    Format: text
    Penerbit: Pustaka Pelajar
    Bahasa: Indonesia
    Tipe Isi: text
    Tipe Media: -
    Tipe Pembawa: -
    Ketersediaan
    #
    UMPO CORNER B (Umum) 302.2 LIL d
    B0663FIS
    Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
    Subjek
    Komunikasi
    Kebudayaan
    Versi lain/terkait

    Tidak tersedia versi lain

    Lampiran Berkas
    Tidak Ada Data
    Komentar

    Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

    Di Antara Kata, Kita Bertumbuh.

    L2P UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
    Universitas Muhammadiyah Ponorogo

    • Informasi
    • Layanan
    • Pustakawan
    • Area Anggota

    Tentang Kami

    As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

    Statistik Pengunjung Web

    Hari ini : 245 1 Pekan Terakhir : 1542 1 Bulan Terakhir : 6365 1 Tahun : 76365

    Cari

    masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

    Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

    © L2P UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO | Universitas Muhammadiyah Ponorogo