L2P UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
Drs. Rudianto, MPd.I Dra - Nama Orang; Sri Susanti, MA. - Nama Orang;
Buku Inti · 2012
Gerakan Pembaharuan Dalam Islam
Harun Nasution cenderung menganalogikan istilah "pembaharuan" dengan "modernisme", dalam masyarakat Barat diartikan pikiran, aliran, gerakan, dan usaha mengubah paham-paham, adat-istiadat, institusi lama untuk disesuaikan dengan suasana baru yang ditimbulkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Tujuannya untuk menyesuaikan ajaran-ajaran yang terdapat dalam agama Katolik dan Protestan dengan ilmu pengetahun modern.
Sekitar awal abad ke-20, ide-ide pembaharuan mewarnai arus pemikiran dan gerakan Islam di Indonesia. Di antara tokoh pembaharu Islam Indonesia adalah KH. Ahmad Dahlan (Muhammadiyah), Ahmad Surkati (Al-Irshad), Zamzam (Persis), yang ketiganya sempat menimba ilmu di Mekkah dan melalui media publikasi dan korespondensi mereka berkesempatan untuk dapat berinteraksi dengan arus pemikiran baru Islam dari Mesir. Tokoh lainnya seperti Tjokroaminoto (Sarekat Islam) juga dikenal menggali inspirasi gerakannya dari ide-ide pembaharuan Islam di anak benua India. Oemar Amin Hoesin pernah menulis bahwa terdapat media cetak berupa majalah dan surat kabar, yang memuat ide-ide Pan-Islamisme, pada awal-awal abad 20-an, semisal: al-'Urwat al-Wutsqa, al-Mu'ayyad, al-Siyasah, al-Liwa', dan al-'Adl yang kesemuanya berasal dari Mesir.
Buku ini menjelaskan tentang ide-ide pembaharuan yang dilakukan umat Islam baik di Indonesia maupun di luar negeri yang bertujuan mengembalikan ajaran Islam murni dan menyesuaikan dengan dunia modern yang tidak bertentangan dengan syariat agama Islam.
Tidak tersedia versi lain