Ketertinggalan Kebudayaan | L2P UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
Beranda Tentang Kami Berita
  • E-Resources
    Indonesiana
    • Batavia Digital
    • Candi di Indonesia
    • Dokumentasi Perfilman Indonesia
    • Dokumentasi Sastra Indonesia
    • Kepustakaan Presiden RI
    • Keraton Nusantara
    • Pernaskahan Nusantara
    • Kepustakaan Tokoh Perfilman
    • Khasanah Pustaka Nusantara
    • Perpuspedia
    Pencarian
    • DOAJ
    • Google Scholar
    • JDIH
    • Bibliografi Nasional Indonesia
    • Katalog Induk Nasional
    • Bursa Efek Indonesia
    Alat
    • Mendeley
    • Zotero
    • Publish or Perish
    • Vos Viewer
    Sumber Belajar
    • Perpustakaan Digital
    • TED
    • Google Experiments
    • Sumber Belajar Kemdikbud
    • Ebook
  • Bantuan
    • Member Area
    • Beranda
    • Tentang Kami
    • Berita
    • Bantuan

    L2P UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO

    Universitas Muhammadiyah Ponorogo


    Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.


    Pencarian Lanjutan
    Pencarian Spesifik

    Ketertinggalan Kebudayaan

    Soerjono Soekanto - Nama Orang;

    Buku Inti · 1922

    Ketertinggalan Kebudayaan merupakan konsep yang diperkenalkan oleh William F. Ogburn (sering diterjemahkan dari pembahasan dalam bukunya Social Change with Respect to Culture and Original Nature). Konsep ini menjelaskan bahwa perubahan pada unsur-unsur kebudayaan tidak berlangsung dengan kecepatan yang sama. Kebudayaan material, seperti teknologi dan peralatan, umumnya berkembang lebih cepat dibandingkan kebudayaan nonmaterial, seperti nilai, norma, hukum, dan adat istiadat. Ketidakseimbangan tersebut menimbulkan cultural lag (ketertinggalan kebudayaan), yaitu kondisi ketika masyarakat mengalami kesulitan menyesuaikan nilai dan norma terhadap perkembangan teknologi dan perubahan sosial. Buku ini menguraikan faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial, dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap kehidupan masyarakat, serta pentingnya penyesuaian sosial agar perubahan dapat berjalan secara seimbang. Pemikiran Ogburn menjadi salah satu teori klasik yang berpengaruh dalam kajian sosiologi perubahan sosial dan masih relevan untuk menjelaskan berbagai fenomena sosial di era modern.

    Penanda Bagikan
    Image of Ketertinggalan Kebudayaan

    About this edition
    Edisi: 1
    ISBN/ISSN: -
    Page count: vii; 59 hlm; ilus: 14 x 20 cm
    Published: 1922
    Format: text
    Penerbit: B. W. Huebsch, Inc
    Bahasa: Indonesia
    Tipe Isi: text
    Tipe Media: -
    Tipe Pembawa: -
    Ketersediaan
    #
    UMPO CORNER A (Rak UMPO CORNER A) 303.482 06B k
    B0460FIS
    Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
    Subjek
    Perubahan Sosial
    Cultural lag
    Ketertinggalan kebudayaan
    Versi lain/terkait

    Tidak tersedia versi lain

    Lampiran Berkas
    Tidak Ada Data
    Komentar

    Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

    Di Antara Kata, Kita Bertumbuh.

    L2P UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
    Universitas Muhammadiyah Ponorogo

    • Informasi
    • Layanan
    • Pustakawan
    • Area Anggota

    Tentang Kami

    As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

    Statistik Pengunjung Web

    Hari ini : 245 1 Pekan Terakhir : 1542 1 Bulan Terakhir : 6365 1 Tahun : 76365

    Cari

    masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

    Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

    © L2P UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO | Universitas Muhammadiyah Ponorogo