L2P UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
Soerjono Soekanto - Nama Orang;
Buku Inti · 1922
Ketertinggalan Kebudayaan merupakan konsep yang diperkenalkan oleh William F. Ogburn (sering diterjemahkan dari pembahasan dalam bukunya Social Change with Respect to Culture and Original Nature). Konsep ini menjelaskan bahwa perubahan pada unsur-unsur kebudayaan tidak berlangsung dengan kecepatan yang sama. Kebudayaan material, seperti teknologi dan peralatan, umumnya berkembang lebih cepat dibandingkan kebudayaan nonmaterial, seperti nilai, norma, hukum, dan adat istiadat. Ketidakseimbangan tersebut menimbulkan cultural lag (ketertinggalan kebudayaan), yaitu kondisi ketika masyarakat mengalami kesulitan menyesuaikan nilai dan norma terhadap perkembangan teknologi dan perubahan sosial. Buku ini menguraikan faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial, dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap kehidupan masyarakat, serta pentingnya penyesuaian sosial agar perubahan dapat berjalan secara seimbang. Pemikiran Ogburn menjadi salah satu teori klasik yang berpengaruh dalam kajian sosiologi perubahan sosial dan masih relevan untuk menjelaskan berbagai fenomena sosial di era modern.
Penanda BagikanTidak tersedia versi lain