L2P UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
MAHENDRA ARIF RIANTO (21112367) - Nama Orang;
Skripsi · 2025
Mahendra Arif Rianto. 2025. Implementasi Program GELAR MATRAS dalam Membentuk Karakter Religius Siswa di SMP Negeri 1 Pacitan. Program Studi Pendidikan Agama Islam. Fakultas Agama Islam. (1) Dr. Ridho Kurnianto, M.Ag (2) Dr. Syamsul Arifin, M.Pd
Kata Kunci: Program GELAR MATRAS, Pendidikan Karakter Religius, SMP Negeri 1 Pacitan, Pembiasaan Shalat Berjamaah
Abstrak
Pembentukan karakter religius peserta didik menjadi kebutuhan mendesak dalam menghadapi tantangan era digital yang mereduksi nilai spiritual. SMP Negeri 1 Pacitan mengembangkan Program GELAR MATRAS (Gerakan Lintas Aksi Rohani melalui Salat Dzuhur Berjamaah, Tausiah dan Literasi) sebagai strategi pembinaan karakter berbasis nilai Islam. Program ini dilaksanakan untuk dapat menanamkan pembiasaan dalam beribadah peningkatan pemahaman agama serta sebagai pengembangan literasi reflektif. Tujuan utama dari program ini adalah membangun kesadaran spiritual siswa melalui berbagai pengalaman keagamaan yang nyata dan sesuai dengan kehidupan remaja jaman sekarang.
Penelitian ini mengaplikasikan metode pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data akan dilakukan melalui observasi lalu wawancara dan juga dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan salat dzuhur berjamaah mampu meningkatkan kedisiplinan ibadah sedangkan tausiah siswa memperkuat nilai moral dan aktivitas literasi keagamaan melatih refleksi spiritual sekaligus keterampilan berpikir kritis. Program GELAR MATRAS berhasil menciptakan lingkungan religius yang kondusif dengan keterlibatan aktif siswa dan guru dalam setiap program kegiatan yang berlangsung secara rutin dan terstruktur selama empat hari dalam satu minggu.
Tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program ini adalah perbedaan tingkat partisipasi siswa dan keterbatasan dukungan keluarga relatif dapat diatasi melalui pendekatan kolaboratif dan monitoring adaptif. Fokus utama program ini yaitu penggabungan aspek spiritual keagamaan dengan kognitif keagamaan yang dilaksanakan dalam satu rangkaian kegiatan. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan pembiasaan berbasis pengalaman spiritual nyata menjadi strategi efektif dalam membentuk karakter religius siswa sekolah menengah secara holistik dan berkelanjutan.
Tidak tersedia versi lain