L2P UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
AMRUL (21160251) - Nama Orang;
Thesis · 2024
Pendidikan tarbiyah adalah tindakan melestarikan sesuatu sampai seseorang mencapai puncak kebaikan dan kesempurnaannya, dan ada beberapa jenis pendidikan yang digali Ibnu Qayyim dalam ringkasan Hassan Al-Hijazi, yaitu: (1) pendidikan iman (2) pendidikan spiritual (3) pendidikan intelektual (4) pendidikan sosial. Sedangkan pendidikan karakter adalah pendidikan moral, etika, nilai dan karakter, yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan mengidentifikasi yang baik dan yang jahat serta menerapkan hal-hal baik tersebut dalam kehidupan, termasuk penerapan toleransi pada santri di pesantren modern IMMIM Putra Makassar. Dalam mencapai pendidikan kepribadian, diperlukan sikap toleransi sebagai dasar sebagai acuan dalam pembentukan pendidikan kepribadian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran pesantren dalam membentuk nilai-nilai personal sikap toleransi di kalangan santri, melalui: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) evaluasi, dan (4) hambatan pembentukan kepribadian santri.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan observasi, wawancara atau wawancara, observasi lapangan dan dokumentasi. Dengan menggunakan metode ini, peneliti dapat melihat, berinteraksi dan mengeksplorasi informasi tentang objek yang diteliti secara langsung. Alat penelitian ini adalah peneliti sendiri dan alat pendukung berupa pedoman observasi dan wawancara, catatan lapangan, dokumen, dan ponsel. Teknologi analisis data adalah triangulasi. Tahapan analisis data dalam penelitian adalah dengan mengurangi, menyampaikan, mengklasifikasikan, memvalidasi data, memverifikasi dan menarik kesimpulan.
Adapun hasil dari penelitian ini, nilai toleransi dari proses tabiyah yang dilaksanakan, santri-santri memiliki wawasan tentang perbedaan pendapat dalam perkara furu'iyah dan di amalkan dalam keseharian di pondok sehingga bukan hal yang kaku ketika ada perbedaan pendapat dan pengamalam dalam hal ibadah yang sifatnya furu'iyah. Santri aktif terblibat di masyarkat dan mampu menyusuaikan sesuai dengan kebiasaan dari ibadah yang rutin di lakukan di masyarakat.
Tidak tersedia versi lain