L2P UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
UMI HASANAH (21160258) - Nama Orang;
Thesis ·
Pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam pembelajaran pada setiap mata pelajaran, antara lain melalui mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Materi pelajaran Pendidikan Agama Islam yang menyangkut norma-norma maupun nilai-nilai ibadah perlu dikembangkan melalui pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan agama islam diharapkan mampu menghasilkan manusia yang selalu berupaya menyempurnakan iman, takwa, dan berakhlak mulia. Tujuan dari penelitian ini yaitu ingin mengetahui bagaimana Implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter pelajar Pancasila di di SD Muhammadiyah 1 Magetan.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dipilih secara purposive dan bersifat snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dilakukan dengan analisis deskripti.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: Implementasi pembelajaran PAI untuk membentuk karakter profil pelajar Pancasila dilakukan melalui tiga cara yaitu penyusunan metode, program intrakulikuler dan ekstrakulikuler. Untuk intrakulikuler dilakukan dalam proses pembelajaran dengan cara guru PAI mengintegrasikan nilai-nilai karakter profil pelajar Pancasila dalam materi pembelajaran PAI yang meliputi matapelajaran Al-Islam (PAI), Qur'an Hadist, Kemuhammadiyahan, Bahasa Arab, Tahfidz dan Iqro', yang dilakukan melalui beberapa kegiatan antara lain kegiatan sholat
berjamaah, hafalan Al-Qur'an, memberikan bantuan dana sosial, infak dan sedekah, serta kegiatan membaca dan menulis Al-Qur'an. Sedangkan untuk ekstrakulikuler dilakukan melalui kegiatan ekstra pilihan antara lain ekstra muhadlarah, ekstra tahfidz, ekstra qiro'ah dan ekstra keputrian. Keberhasilan dalam membentuk karakter profil pelajar Pancasila sesuai dengan indikatornya. Indikator pertama yakni, Ketauhidan, diwujudkan dengan cara pembiasaan sholat berjamaah, menambah hafalan, membaca alqur'an. Kedua, Berkebinekaan diwujudkan dengan cara toleransi antar umat beragama. Ketiga, Mandiri diwujudkan dengan cara memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk berangkat ke sekolah tepat waktu. Keempat, gotong-royong yang diwujudkan dengan cara berkolaborasi antar teman untuk menyelesikan tugas ataupun pekerjaan. Kelima, bernalar kritis diwujudkan dengan mengajak siswa untuk menyelesaikan permasalahan dengan baik. Keenam, kreatif yang diwujudkan dengan memfasilitasi siswa untuk berkembang dan berkreasi sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Faktor pendukung adanya kegiatan intrakulikuler, pembiasaan melalui kegiatan ekstrakulikuler. Sedangkan faktor penghambat berasal dari psikologis Kepala Sekolah karena baru menjabat, guru yang ingin mencapai keberhasilan sendiri, siswa yang mengabaikan tugas dan lingkungan belajar siswa yang kurang kondusif.
Tidak tersedia versi lain