L2P UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
LAYLATUN NILA JAUHAR (21112382) - Nama Orang;
Skripsi · 2025
Lembaga keagamaan Islam sepanjang sejarahnya telah berhasil membentuk kehidupan masyarakat yang religius, berlandaskan pemahaman Islam yang kuat dan mendalam. Nilai-nilai pendidikan akhlak yang begitu komplek dari nilai akhlaq bila diterapkan akan sangat baik menciptakan kehidupan yang harmonis baik dengan tuhan maupun sesama manusia dan alam. Sayangnya nilai pendidikan akhlak seringkali belum mampu diterapkan secara baik oleh kalangan santri, akibatnya terjadi ketimpangan berupa perilaku tercela dan pengrusaan alam dan sebagainya.
Penelitian ini bertujuan implementasi nilai-nilai pendidikan akhlak santri Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Hasan Munadi Ponorogo. Dampak mplementasi nilai-nilai pendidikan akhlak terhadap santri serta factor pendukung dan penghambat dalam implementasi tersebut.
Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahap pengumpulan, pengurangan, penyajian, dan penarikan kesimpulan adalah bagian dari proses analisis data untuk menjamin keabsahan data, digunakan teknik triangulasi baik dari segi sumber maupun metode.
Hasil penelitian ini adalah: Implementasi nilai-nilai pendidikan akhlak di Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Hasan Munadi mencakup nilai akhlak. Nilai akhlak ditanamkan melalui pembinaan adab terhadap Allah, sesama, dan diri sendiri, serta keteladanan para guru dalam kehidupan sehari-hari. Dampak dari implementasi ini terlihat dari peningkatan karakter santri. dalam aspek akhlak, santri menunjukkan sikap yang lebih sopan, jujur, bertanggung jawab, dan hormat terhadap guru. Faktor pendukung implementasi meliputi kedisiplinan sistem pesantren, keteladanan ustadz, lingkungan religius, dan dukungan orang tua. Sementara faktor penghambat mencakup latar belakang santri yang beragam, tingkat kemandirian yang masih rendah, pengaruh gadget, keterbatasan fasilitas, dan jumlah santri yang besar dengan kemampuan berbeda. Meski begitu, proses pembinaan tetap berjalan dengan pendekatan bertahap dan penuh keteladanan.
Tidak tersedia versi lain