L2P UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
YULIANA RAHMA (21190017) - Nama Orang;
Skripsi · 2025
Permasalahan kestabilan emosi anak pada usia golden age seringkali muncul dalam kehidupan keluarga, khususnya dalam lingkungan pendidikan anak usia dini. Banyak orang tua belum menyadari pentingnya pembentukan dan pengelolaan emosi anak sejak dini, padahal keluarga, sebagai lingkungan pertama anak, sangat berperan dalam memberikan dasar yang kuat terhadap perkembangan emosionalnya. Anak usia dini yang tidak mendapatkan bimbingan emosional secara tepat dari orang tua berisiko mengalami kesulitan dalam mengelola emosi, seperti tantrum, mudah marah, agresif, atau menarik diri dari lingkungan sosial. Oleh karena itu, keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan emosional anak menjadi sangat penting.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran orang tua terhadap kestabilan emosi pada anak usia golden age di TK Fullday Pesantren Anak Sholeh Baitul Qur'an Gontor. Penelitian ini juga bertujuan untuk menggali metode efektif yang digunakan orang tua dalam membantu anak mengelola emosinya serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam peran orang tua tersebut.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada beberapa walisantri yang memiliki anak usia golden age. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara sistematis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam kestabilan emosi anak sangat signifikan, yang dijalankan melalui empat fungsi utama: sebagai guru, pengasuh, motivator, dan model (teladan). Metode efektif yang diterapkan meliputi sikap tenang saat anak meluapkan emosi, memberikan pelukan dan berbicara lembut, serta memberi ruang kepada anak untuk mengekspresikan perasaannya sebelum diberi arahan. Faktor pendukung yang ditemukan mencakup motivasi dan kesadaran orang tua, keterlibatan ayah, dan kondisi kesehatan fisik dan mental. Sementara itu, faktor penghambat meliputi pengaruh lingkungan eksternal dan pengaruh negatif dari teman sebaya. Seluruh peran dan metode ini membantu membentuk aspek-aspek kestabilan emosi anak, yaitu adequasi (kesesuaian respons emosi), kematangan emosi, dan kontrol diri.
Tidak tersedia versi lain