L2P UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
CAMILLIA PUTRI HASNA (21190018) - Nama Orang;
Skripsi · 2025
Penelitian ini mengkaji "Peran Pola Asuh Otoritatif, Otoriter, dan Permisif Orang Tua dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Sosial Anak di MI Subulul Huda Sombro, Sooko, Ponorogo". Studi ini berfokus pada pemahaman mendalam tentang bagaimana pola asuh orang tua memengaruhi perkembangan kepercayaan diri sosial anak usia sekolah dasar. Kepercayaan diri sosial anak di lingkungan sekolah sering bervariasi, dipengaruhi oleh cara orang tua mendidik mereka. Interaksi sosial yang kuat sangat penting untuk pembentukan karakter dan keberhasilan akademik anak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran pola asuh otoritatif, otoriter, dan permisif yang diterapkan orang tua, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi ketiga pola asuh tersebut, dan mendeskripsikan peran masing-masing pola asuh dalam meningkatkan kepercayaan diri sosial anak di MI Subulul Huda Sombro, Sooko, Ponorogo.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi naratif, yang memposisikan manusia sebagai subjek utama dalam memahami permasalahan sosial. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk menggali makna di balik perilaku dan pengalaman subjek, serta memahami bagaimana orang tua membentuk pola asuh berdasarkan nilai, keyakinan, dan pengalaman hidup mereka. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa, ketiga pola asuh otoritatif, otoriter, dan permisifditerapkan oleh orang tua dengan karakteristik yang berbeda. Pola asuh otoritatif, yang menekankan keseimbangan antara kontrol dan kebebasan, komunikasi dua arah, serta dukungan emosional, cenderung menghasilkan anak yang percaya diri, periang, dan mudah bergaul. Sebaliknya, pola asuh otoriter, dengan aturan ketat dan minim kehangatan emosional, dapat membentuk kedisiplinan tetapi berisiko membuat anak kaku, mudah marah, dan sulit beradaptasi, sementara pola asuh permisif, meskipun mendorong kebebasan dan penerimaan, berpotensi menyebabkan anak kurang disiplin dan pemalu di lingkungan sosial. Faktor-faktor seperti latar belakang pengasuhan orang tua, tingkat pendidikan, serta status ekonomi dan pekerjaan turut memengaruhi pilihan pola asuh. Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti kompleksitas dampak pola asuh terhadap kepercayaan diri sosial anak, di mana keseimbangan dan responsivitas terhadap kebutuhan anak menjadi kunci dalam menentukan hasilnya. Temuan ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi orang tua, guru, dan pembuat kebijakan dalam mendukung perkembangan sosial anak secara optimal.
Tidak tersedia versi lain