L2P UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
ARIYANTI (21112430) - Nama Orang;
Skripsi · 2025
Penelitian ini memiliki tujuan utama untuk mendeskripsikan bagaimana peran guru fiqih dalam mengembangkan kreativitas belajar siswa kelas VI di Madrasah Salafiyah Ula (MSU) Nashrus Sunnah Kota Madiun. Guru fiqih di sini tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilisator yang mendorong siswa untuk berpikir kreatif dan aktif dalam proses pembelajaran. Peran guru tersebut mencangkup penerapan berbagai metode dan strategi pembelajaran yang inovatif dan variative, sehingga mampu menciptakan suasana belajar yang menarik dan menstimulus kreativitas siswa.
Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah metode kualitatif deskriptif, yang bertujuan utnuk menggambarkan secara mendalam peran guru fiqih dalam proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di kelas, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi yang mendukung analisis data. Hasil penelitian megungkapkan bahwa guru fiqih memiliki peran penting sebagai fasilitator, motivator, dan innovator dalam kegiatan belajar mengajar. Sebagai fasilisator, guru membantu ciptakan Ingkungan belajar yang kondusif dan mendukung partisipasi aktif siswa. Sebgai motivator, guru memberikan dorongan dan semangat kepada siswa agar lebih antusias dalam belajar. Sedangkan sebagai innovator, guru menghadirkan berbagai metode pembelajaran yang variative, seperti diskusi kelompok, pemecahan masalah, dan praktik langsung.
Dalam pelaksanaan mengembangkan kreativitas belajar siswa tentunya ada penghambat, baik dari intern atau ekstern. Faktor intern antara lain dari dorongan pribadi dan antusiasme untuk terlibat dalam kegiatan kreatif. Sedang faktor ekstern dipengaruhi oleh aspek lingkungan, seperti lingkungan sekolah dan keluarga, serta keterbatasan fasilitas dan infrastruktur. Namun faktor dorongan semangat dan apresiasi dari orang tua juga menjadi pengaruh yang signifikan dalam mengembangan kreativitas belajar siswa.
Tidak tersedia versi lain