L2P UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
REDI PRAYOGA (21511590) - Nama Orang;
Skripsi · 2025
Bahan bakar fosil seperti minyak bumi, gas alam, dan batu bara merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui, serta memiliki tantangan besar, terutama dalam hal kenaikan harga global yang kerap terjadi saat krisis energi melanda. Penyebab utama krisis ini antara lain adalah menurunnya cadangan energi seiring waktu akibat eksploitasi berkelanjutan, peningkatan kebutuhan energi global yang sangat signifikan, terbatasnya jaminan ketersediaan pasokan (supply security), serta adanya pembatasan produksi yang dipicu oleh kekhawatiran terhadap dampak lingkungan, terutama pemanasan global. Oleh karena itu, diperlukan pergeseran menuju pemanfaatan sumber energi terbarukan sebagai alternatif pengganti bahan bakar fosil. Salah satu opsi yang potensial adalah pemanfaatan bioetanol, yaitu bahan bakar alternatif yang berasal dari sumber hayati dan dikenal lebih ramah lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah riset dan pengembangan yang melibatkan tahap proses produksi bioetanol, yaitu fermentasi dan destilasi. Pada tahap fermentsi menggunakan ragi tape, alat yang digunakan untuk proses destilasi adalah microwave, sementara bahan utama adalah singkong dan tetes tebu. Pengujian properties biodiesel dilakukan untuk mengukur kadar etanol, flash point, nilai RON dan nilai kalor Tabel menunjukkan perbandingan etanol dari singkong dan tetes tebu. Tetes tebu memiliki kadar etanol lebih tinggi (87%) sedangkan singkong memiliki kadar etanol 85, nilai kalor lebih besar (29807 J/kg), flash point lebih tinggi (1°C), serta angka oktan (RON) lebih tinggi (114) dibandingkan singkong. Untuk bahan bakar bioetanol yang dihasilkan dari dari bahan tetes tebu mempunyai sifat yang alternatif sebagai sumber energi terbarukan karena tetes tebu dapat diproduksi secara berkelanjutan. Perlu dilakukan pengujian lebih lanjut terhadap karakteristik bioetanol, nilai oktan, nilai kalor,flash point,octan number (Ron) dan emisi hasil pembakaran untuk memperkuat kelayakan penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar kendaraan bermotor.
Penanda BagikanTidak tersedia versi lain