L2P UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
AGUS RIANTO (17112082) - Nama Orang;
Skripsi · 2022
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran pengasuh dalam keberhasilan santri menghafal Al-Qur'an di lingkungan pesantren, khususnya pada Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur'an Ahmad Dahlan Ponorogo yang memiliki fokus utama pada program tahfidz. Banyaknya santri yang memiliki keinginan menghafal Al-Qur'an tidak selalu diikuti dengan kesiapan mental, kedisiplinan, dan metode belajar yang tepat, sehingga diperlukan pendampingan dan pembinaan yang optimal dari pengasuh sebagai tokoh sentral dalam proses pendidikan di pesantren.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan peran pengasuh dalam meningkatkan kemampuan menghafal Al-Qur'an santri, (2) menjelaskan bentuk pembinaan serta pendampingan yang dilakukan pengasuh dalam kegiatan tahfidz, dan (3) mengidentifikasi faktor pendukung serta penghambat santri dalam proses menghafal Al-Qur'an di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur'an Ahmad Dahlan Ponorogo.
Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pengasuh memiliki peran penting sebagai pembimbing, pendidik, motivator, pengawas, dan penasehat dalam proses tahfidz. 2) Bentuk pembinaan yang diterapkan meliputi setoran hafalan, muroja'ah rutin, pembinaan akhlak, penguatan kedisiplinan ibadah, serta bimbingan personal sesuai kebutuhan santri. 3) Faktor pendukung mencakup lingkungan pesantren yang kondusif, metode pembelajaran yang terstruktur, motivasi dari pengasuh, dan kedisiplinan santri, sedangkan faktor penghambat meliputi kejenuhan, rasa malas, kurangnya konsentrasi, kondisi kesehatan, serta padatnya aktivitas. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan program tahfidz sangat bergantung pada optimalisasi peran pengasuh dalam pembinaan yang terarah, intensif, dan berkesinambungan.
Tidak tersedia versi lain