L2P UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
MAULA NUR AZIZAH (22430566) - Nama Orang;
Tugas Akhir/ KTI · 2025
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam perekonomian, namun sering menghadapi tantangan laba akibat fluktuasi harga dan persaingan. Perencanaan laba yang efektif, termasuk analisis Break Even Point (BEP) dan Margin of Safety (MOS), sangat krusial. Usaha Sambel Pecel Dapur Mbok Ti perlu menggunakan analisis ini untuk mengatasi kenaikan harga bahan baku dan meningkatkan perencanaan laba Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara langsung dengan pemilik usaha (data primer) dan dokumentasi (data sekunder). Data mencakup gambaran umum UMKM, perhitungan BEP, MOS, serta informasi penjualan, biaya tetap, dan biaya variabel. Penelitian dilaksanakan di Dukuh Klanan, Ponorogo, Jawa Timur, selama tiga bulan dari Mei hingga Juli 2025 Pada tahun 2024, Usaha Dapur Mbok Ti menjual 22.600 unit sambel pecel dengan pendapatan Rp 226.000.000. Biaya variabel total mencapai Rp 127.774.750, dan biaya tetap Rp 12.600.000. Titik impas (BEP) adalah Rp 33.157.896 (1.998 unit), dengan Margin of Safety (MOS) Rp 192.842.104 (85%). Penelitian ini menunjukkan bahwa analisis Break Even Point (BEP) dan Margin of Safety (MOS) krusial bagi Usaha Sambel Pecel Dapur Mbok Ti dalam perencanaan laba. Dengan BEP Rp 33.157.896 dan MOS 85% (Rp 192.842.104) pada 2024, usaha ini berada dalam posisi keuangan aman.
Penanda BagikanTidak tersedia versi lain