L2P UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
ALFIYAN AJI PRATAMA (22430577) - Nama Orang;
Tugas Akhir/ KTI · 2025
Ponorogo, sebagai salah satu kabupaten di Jawa Timur yang memiliki beragam program pembangunan di sektor kependudukan dan keluarga berencana, terus berupaya meningkatkan kualitas layanan publik melalui pengelolaan anggaran yang efektif dan efisien. Dalam konteks ini, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Ponorogo memegang peran strategis sebagai pelaksana utama berbagai program prioritas, seperti pengendalian laju pertumbuhan penduduk, peningkatan kualitas keluarga, hingga pencegahan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana optimalisasi anggaran keuangan dapat digunakan sebagai alat untuk meningkatkan kinerja organisasi pemerintah, khususnya DPPKB Kabupaten Ponorogo.
Fokus penelitian diarahkan pada analisis sistem pengelolaan anggaran, evaluasi tingkat optimalisasi anggaran dalam mendukung kinerja, identifikasi kendala yang dihadapi, serta perumusan strategi yang dapat dilakukan untuk memperbaiki tata kelola anggaran Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode lapangan, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran pada DPPKB Kabupaten Ponorogo dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan seluruh bidang terkait, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan dan evaluasi. Meskipun secara umum telah mengikuti mekanisme dan regulasi yang berlaku, proses pengelolaan ini masih menghadapi beberapa kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia dan belum maksimalnya pemanfaatan teknologi informasi. Upaya optimalisasi anggaran terlihat melalui pergeseran pendekatan pelaksanaan program dari kegiatan seremonial menuju program yang lebih fokus, berdampak langsung, dan terukur, seperti dalam program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) dan penurunan stunting. Anggaran kini lebih diarahkan pada kegiatan pembinaan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), pelatihan kader, serta penyuluhan ke desa-desa. Strategi ini terbukti meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran, yang berdampak langsung pada peningkatan kinerja instansi dalam mencapai target program kerja. Dengan demikian, optimalisasi anggaran keuangan tidak hanya berfungsi sebagai upaya teknis administratif, melainkan menjadi instrumen strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.
Tidak tersedia versi lain