L2P UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
AYU NATASYA SAGITARI (21441894) - Nama Orang;
Skripsi · 2025
Kecamatan Jetis di Kabupaten Ponorogo memiliki 14 desa yang pada tahun 2021 mengelola keuangan mereka sesuai dengan Peraturan Bupati Ponorogo Nomor 43 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Keuangan Desa. Dengan diberlakukan undang-undang yang terkait diharapkan pemerintah desa mampu menjadi desa yang mandiri, namun demikian sumber-sumber penerimaan desa masih terbatas. Salah satu sumber pendapatan yang masih terbatas berasal dari BUMDes yang belum bisa diterima secara maksimal oleh pemerintah desa. Sebagian besar BUMDes belum menghasilkan pendapatan yang dapat dikategorikan sebagai Pendapatan Asli Desa (PADes) dalam satu periode anggaran. Akibatnya, desa di Kecamatan Jetis masih sangat bergantung pada dana transfer, yang menghambat optimalisasi pendapatan asli desa.
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kinerja pengelolaan keuangan pemerintah desa di Kecamatan Jetis dengan mengukur tingkat rasio kemandirian, belanja modal, belanja rutin, efektivitas, dan efisiensi selama tiga tahun anggaran. Hasil analisis ini diharapkan dapat menjadi panduan dalam pengelolaan dana desa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio kemandirian desa di Kecamatan Jetis masih sangat rendah, dengan rata-rata 14,50%, menandakan bahwa kemandirian pengelolaan keuangan desa se-Kecamatan Jetis belum optimal, dikarenakan masih tergantung kepada bantuan pusat. Sedangkan rasio belanja modal dengan nilai rata-rata 22,17% (belum seimbang), namun rasio belanja rutin lebih tinggi niali rata-rata 63,22% (seimbang), hal ini menunjukkan bahwa pada rasio keserasian pemerintah desa se-Kecamatan Jetis saat ini lebih cenderung menggunakan anggaran belanja untuk belanja rutin dibandingkan belanja modal rasio belanja modal. Sementara itu, rasio efektivitas menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan rata-rata 95,39%, dikategorikan efektif, namun rasio efisiensi sebesar 95,97% masih termasuk kriteria kurang efisien.
Tidak tersedia versi lain