L2P UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Temukan setiap halaman yang menunggu untuk dibaca, setiap pengetahuan yang siap mengubah dunia.
`AMMAR ZAIDANI JAZULI (20511458) - Nama Orang;
Skripsi · 2025
Limbah pertanian di Indonesia sangat melimpah dan seringkali dibuang tanpa pengolahan lebih lanjut yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah sekam padi, serabut kelapa, tempurung kelapa, dan plastik LDPE sebagai bahan baku pembuatan briket arang. Komposisi sampel A: 25g sekam padi, 25g serabut kelapa, 25g tempurung kelapa, 25g plastik LDPE, komposisi sampel B: 30g serabut kelapa, 25g tempurung kelapa, 20g plastik LDPE. Komposisi sampel C: 40g serabut kelapa, 25g tempurung kelapa, 10g plastik LDPE. Proses pembuatan briket melibatkan beberapa tahap penting, yaitu karbonasi, penggilingan, pencampuran dengan perekat getah pinus, dan pencetakan. Briket yang dihasilkan kemudian diuji untuk empat parameter utama: nilai kalor, kadar air, kadar abu, dan nyala api. Hasil penelitian menunjukkan bahwa briket dengan komposisi sampel A menghasilkan nilai kalor tertinggi sebesar 5.584,10 Kal/g, kadar air sebesar 8,09%, kadar abu sebesar 8,02%, dan nyala api selama 64 menit. Hasil ini menegaskan bahwa variasi komposisi dalam pembuatan briket memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai kalor, kadar air, kadar abu, dan durasi nyala api. Pemanfaatan limbah pertanian ini tidak hanya mengurangi dampak lingkungan tetapi juga menghasilkan energi alternatif yang dapat diperbaharui. Dengan mengubah limbah menjadi sumber energi yang efisien, penelitian ini menawarkan solusi berkelanjutan untuk masalah pencemaran dan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Lebih lanjut, penggunaan bahan baku seperti sekam padi, serabut kelapa, tempurung kelapa, dan plastik LDPE, bersama dengan perekat alami getah pinus, menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut dalam skala industri.
Penanda BagikanTidak tersedia versi lain